< kembali

Mengenal Alat Pemadatan Tanah dan Cara Kerjanya

AWRM - Mengenal Alat Pemadat Tanah dan Cara Kerjanya

Dalam aktivitas konstruksi, alat pemadatan tanah sangat dibutuhkan, baik pekerjaan membangun gedung, hingga pekerjaan sipil. Mekanisme ini dibutuhkan untuk menstabilkan permukaan tanah, agar aman ditindih struktur bangunan atau fasilitas umum, seperti jalan dan sebagainya.

Tanpa pemadatan tanah, aktivitas konstruksi akan berjalan sia-sia. Medan yang mudah bergeser membuat struktur bangunan mudah rusak. Dalam waktu singkat bangunan atau rumah bisa roboh sewaktu-waktu. 

Tak hanya itu, untuk pekerjaan sipil, seperti membangun jalan dan sarana prasarana, proses pemadatan tanah yang buruk atau tidak dilakukan sama sekali akan membuat jalan mudah rusak. Berawal dari keretakan minor, lobang dan pada akhirnya merembet menjadi kerusakkan total.

Dalam hal fungsi dan cara kerjanya, berikut beberapa alat pemadatan tanah yang sering digunakan untuk aktivitas konstruksi. 

Alat Vibrator Roller. Seperti namanya, alat ini bekerja dengan mekanisme getar. Fungsinya agar tanah atau butiran pasir bisa diarahkan pada struktur tanah yang kosong. Sehingga pada akhirnya bagian tanah menjadi rata dalam hal bentuk, komposisi dan strukturnya.

Alat ini biasanya digunakan pada jenis tanah kering dan berpasir. Proses penggilasan dengan getaran sangat efektif dalam proses pemadatan tanah yang pada akhirnya digunakan sebagai dasar bangunan, seperti rumah, gedung, fasilitas umum dan lain sebagainya.

Alat Pemadatan Tanah Liat. Berbeda dengan alat sebelumnya, terkadang medang berlumpur, atau tanah liat sering dijumpai di lapangan. Proses pemadatan tanah pada medan seperti ini biasanya membutuhkan alat khusus, dalam hal ini biasa dikenal dengan Tamping Roller.

Mekanisme kendaraan khusus alat pemadatan tanah ini adalah mekanisme seperti meremas. Dimana rongga yang kosong pada tanah akan dipaksa saling berhimpitan, sehingga didapat struktur tanah yang padat, dan keras, sesuai dengan kebutuhan konstruksi bangunan.

Pemadatan Tanah di Butiran Kasar. Paling sering dijumpai pada proses pemadatan di area bebatuan atau pasir kasar. Alat ini biasa dikenal dengan sebutan Kendaraan Roller Tiga Roda, merupakan alat pemadatan paling populer dan banyak digunakan di setiap proses konstruksi.

Kelebihan alat ini adalah beban kendaraan yang mampu mencapai 12 ton. Ini artinya. Selain dapat memadatkan tanah, alat ini juga dapat dengan mudah memecah kerikil dan bebatuan berstruktur kasar, menjadi lebih halus, dan mudah disatukan dengan yang lain.

Roller Tandem. Berbeda dengan ketiga alat yang telah disebutkan di atas, mekanisme Roller Tandem ini dalam aktivitas konstruksi adalah proses finishing. Dimana setelah dipadatkan dengan salah satu dari ketiga alat di atas, proses penghalusan dapat dilakukan dengan kendaraan ini.

Selain menghaluskan bagian atas tanah, alat ini juga dapat merapikan pekerjaan yang telah diselesaikan dalam proses pemadatan tanah sebelumnya. Sehingga setelah proses ini, proses pembangunan pondasi dan sebagainya bisa segera dilakukan.

Sheep Foot Roller. Alat berat yang satu ini juga biasa dikenal dengan istilah Segment Roller, berbeda dengan alat berat sebelumnya, media ini dilengkapi dengan jenis penggilasan khusus. Biasanya memiliki bentuk kasar dan dari bahan baja.

Fungsi penggilasan khusus tersebut biasanya ditujukan untuk meminimalisir rongga dalam tanah. Sekaligus mengurangi bahkan menghilangkan genangan air yang berada di dalam tanah. Sehingga proses pemadatan dengan alat ini sangat ideal untuk medan berlumpur dan sejenisnya.

Alat Pemadatan Tanah universal compactor. Alat berat untuk proses pemadatan medan ini juga biasa dikenal dengan nama Pneumatic Roller. Berbeda dengan alat berat sebelumnya, kendaraan khusus konstruksi ini dilengkapi dengan ban karet dengan fungsi kerja khusus.

Selain dapat memadatkan tanah, alat ini juga memiliki kemampuan bergerak naik turun (Getar). Sehingga fungsi perataan dan pemadatan bisa dilakukan dalam satu waktu. Kendaraan dengan berat mencapai 80 ton ini, mampu memadatkan tanah dengan kedalaman hingga 24 inch (63cm).

Alat Pemadatan Tanah Parit. Umumnya pekerjaan ini dilakukan oleh alat khusus yang biasa dikenal dengan sebutan Trench Roller. Alat khusus ini dapat melakukan pekerjaannya, memadatkan tanah parit hingga kedalaman 16 sampai 23 inch.

Memiliki bentuk sederhana, alat ini merupakan satu-satunya dalam daftar artikel ini yang tidak dikendarai langsung oleh manusia. Melainkan bekerja secara manual dengan memanfaatkan berat kendaraan dalam proses pemadatan tanah untuk kebutuhan konstruksi.

Proses pemadatan tanah yang dilakukan sering berkaitan dengan aktivitas konstruksi. Tak hanya dalam proses pembangunan gedung, rumah dan sebagainya, beberapa alat di atas juga kerap digunakan untuk aktivitas pekerjaan sipil.

Seperti dalam membangun Jalan raya, Jalan Tol, Jembatan dan fasilitas umum yang lain. Medan yang statis dan tidak mudah bergerak adalah tujuan penggunaan alat pemadatan tanah. Hal ini yang berkaitan dengan mekanisme keawetan bangunan atau material bangunan yang terletak tepat di bagian atas tanah.

 

Mekanisme Kerja Alat Pemadatan Jalan

Meski terlihat sederhana, proses pemadatan oleh alat khusus untuk tanah ini perlu dilakukan secara profesional dan perhitungan yang matang. Karena hal ini terkait hasil akhir pekerjaan konstruksi dan sipil yang bisa dicapai.

Untuk itu, beberapa hal yang biasa diperhatikan dalam penggunaan alat pemadatan tanah sebaiknya perlu diperhatikan. Beberapa hal kecil tersebut diantaranya : 

Mengurangi sudut kemiringan yang tidak dibutuhkan. Selain memadatkan tanah, alat khusus ini juga bekerja dalam membangun sudut kemiringan medan seperti yang dibutuhkan. Umumnya alat akan bekerja pada sudut yang lebih rendah, sehingga pada akhirnya didapat medan yang rata, atau dengan sudut sesuai harapan.

Dilakukan secara Dinamis. Proses pemadatan tanah biasanya dilakukan secara dinamis, dengan satu jalur yang dilewati. Dalam hal ini proses dilakukan dengan kendaraan yang bergerak satu arah, dan dilakukan secara terus menerus untuk hasil yang optimal.

Optimalkan Lapisan pemadatan. Biasanya lapisan tanah yang dipadatkan, sesuai dengan kebutuhan, sekitar 15-20 cm. Kecuali untuk kebutuhan khusus yang bisa lebih dari itu. Untuk hasil maksimal, angka tersebut sebaiknya terjaga dan tidak berlebih atau kurang untuk hasil yang maksimal.

Area Bebatuan. Biasanya dibutuhkan mekanisme getaran selain tumbukkan. Jenis medan ini biasanya membutuhkan lapisan pemadatan lebih. Yaitu, antara 20 hingga lebih dari 120 cm, sesuai dengan kebutuhan. Beberapa tipe medan bahkan membutuhkan lapisan hingga 2.1 meter untuk kebutuhan stabilitas tanah.

 

Selain dibutuhkan operator berpengalaman, dibutuhkan proses perhitungan dan desain yang matang untuk proses pemadatan tanah. Oleh karena itu, Perusahaan konstruksi berpengalaman biasanya pihak tepat dalam melakukan pekerjaan ini.

Terlebih harga atau sewa kendaraan yang mahal, membuat setiap proses sebaiknya perlu dipikirkan secara matang. Karena jika tidak hasil yang didapat tidak akan maksimal dan dapat berpengaruh buruk pada hasil akhir aktivitas konstruksi yang Anda kerjakan.


PT Anggaza Widya Ridhamulia merupakan perusahaan konstruksi swasta yang sudah menangani berbagai proyek skala nasional selama lebih dari 1 dekade. Apabila Anda membutuhkan layanan jasa konstruksi profesional, silahkan hubungi kami untuk informasi dan konsultasi lanjutan.