< kembali

Mengenal Konstruksi, Poros Industri Infrastruktur Indonesia

mengenal konstruksi industri infrastruktur

Dalam pengertian Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian konstruksi adalah susunan atau model dan tata letak sebuah bangunan. Dalam hal ini bisa berupa fasilitas umum seperti jembatan, rumah, gedung, dan sebagainya.

Meski demikian, dalam praktiknya, biasanya tak bisa diartikan secara tunggal. Beberapa makna sering disandingkan dalam konteks ini, misalnya, selain bangunan, konstruksi juga identik dengan proses, perencanaan dan aktivitas yang berkaitan (dengan membangun).

Salah satu standar profesionalitas industri ini sedikit banyak dipengaruhi oleh Construction Management Association of America (CMAA). Merupakan Lembaga nirlaba di Amerika yang berdiri pada tahun 1982. Dengan lebih dari 14.000 anggota dengan latar belakang praktisi, akademisi, Lembaga, perorangan dan perusahaan baik swasta maupun pemerintah.

Asosiasi ini pada akhirnya mengeluarkan SOP (standard of procedure) dalam industri konstruksi yang pada akhirnya kita kenal dengan istilah manajerial konstruksi. Standar ini mulai dilakukan sejak era 80an dan hingga kini juga sering diberlakukan oleh konsultan konstruksi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Dalam sebuah pekerjaan profesional, kontraktor tak hanya menjalankan mandat klien sesuai dengan kebutuhan. Namun juga bertanggung jawab dalam melakukan beberapa tahap yang umumnya dilakukan oleh perusahaan profesional dalam industri konstruksi.

Dibutuhkan jenjang proses yang biasa dikenal dengan manajemen konstruksi. Dalam hal ini, pekerjaan meliputi beberapa 7 hal penting yang didalamnya memerlukan perencanaan terpadu, persiapan dan pelaksanaan yang matang, berikut di antaranya:

Manajemen perencanaan proyek. Merupakan tahap awal pelaksanaan rangkaian manajemen dimana dalam tahap ini dijabarkan rancangan konstruksi yang dibutuhkan, teknis dan model yang akan dikerjakan. 

Manajemen harga. Adalah rancangan estimasi pengeluaran biaya yang dibutuhkan dalam aktivitas manajerial konstruksi. Termasuk pembelian bahan baku material, jasa, sewa alat dan segala hal yang mungkin dibutuhkan dalam proses ini. 

Manajemen waktu. Selain biaya, kemampuan menghitung estimasi waktu dalam proses membangun adalah hal penting. Hal ini sangat berkaitan erat dengan perencanaan industri konstruksi, dan kebutuhan lain dalam beberapa waktu mendatang.

Manajemen kualitas. Berkaitan dengan bangunan, infrastruktur atau fasilitas yang hendak dibangun. Proses ini berkaitan dengan pemilihan bahan baku material yang digunakan, diantaranya bisa termasuk pemilihan material bangunan, jasa yang digunakan, kebutuhan alat bantu dan sebagainya.

Administrasi kontrak. Aktivitas ini tak kalah penting, dibutuhkan sebagai syarat profesionalisme antar pekerja kontraktor dan pemberi pekerjaan. Penjabaran dan pemahaman secara jelas dan detail dapat menghindarkan dari hal-hal yang tak diinginkan antar kedua belah pihak. 

Manajemen keselamatan. Aktivitas membangun sebuah kebutuhan konstruksi, jasa merupakan hal elementer dalam keberhasilan dan kesuksesan proyek. Standar keselamatan yang buruk, dapat meningkatkan keputusan tidak baik di kemudian hari. 

Selain dalam lingkup pengerjaan, aktivitas ini juga berkaitan dengan Amdal atau Analisis mengenai dampak lingkungan. Dimana dalam sebuah proses pembangunan industri konstruksi perlu dipikirkan dampak yang mungkin berpengaruh secara langsung dan tak langsung terhadap lingkungan. Seperti munculnya risiko polusi yang berdampak kerusakan lingkungan dan kerugian lain bagi lingkungan dan kawasan sekitar.

Praktik profesional. Perancangan dan pemaparan rencana di atas tak akan ada gunakan tanpa praktik  pekerjaan dan pelaksanaan secara profesional. Ini merupakan proses akhir yang menentukan apakah Kontraktor dapat bekerja secara professional dengan mewujudkan konstruksi bagunan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan klien.

 

Mengenal Jenis-jenisnya

Seperti dijelaskan di atas, kata konstruksi dalam pengaplikasiannya dapat bermakna sangat luas. Selain berkaitan dengan proses manajerial, kata ini juga kerap berkaitan dengan produk, atau obyek yang sedang dikerjakan.

Ruang lingkup industri ini meliputi proses pembangunan gedung atau infrastruktur yang dibutuhkan dalam sebuah area. Hal ini biasa diwujudkan oleh arsitektur atau insinyur sipil dalam proses perancangan.

Nah, dalam membedakan jenis produknya, industri konstruksi biasanya dibedakan menjadi 3 jenis yaitu gedung, jalan, dan bangunan air. 

Baca Juga: Jenis-jenis Konstruksi di Industri Infrastruktur Indonesia

Proses yang berkesinambungan dan pengerjaan secara profesional akan membuat setiap proses pembangunan industri konstruksi berjalan lancar dan professional. Meski kadang, beberapa kendala yang tak diharapkan sering muncul dan membuat pekerjaan tak berjalan dengan lancar.

Meski kadang tak bisa dihindari, hal buruk yang muncul tersebut pada akhirnya dapat diminimalisir resikonya dengan perencanaan yang baik, pengalaman dan profesionalisme kontraktor. Bahkan pada saat terjadi kejadian force majeure, seperti bencana alam dan sebagainya.

Menggunakan jasa pihak ketiga misalnya perusahaan asuransi, akan meminimalisir kerugian dan hal lain dari kejadian ini.

 


PT Anggaza Widya Ridhamulia merupakan perusahaan konstruksi swasta yang sudah menangani berbagai proyek skala nasional selama lebih dari 1 dekade. Apabila Anda membutuhkan layanan jasa konstruksi profesional, silahkan hubungi kami untuk informasi dan konsultasi lanjutan.