< kembali

Gedung Pencakar Langit – Apa Saja Spesifikasinya?

anggaza widya ridhamulia mengenal spesifikasi gedung pencakar langit

Seperti namanya, bentuk fisik pembangunan gedung pencakar langit, sangat tinggi. Sehingga seakan-akan dapat mencakar langit.

Bagi sebagian besar kota-kota besar di dunia, penampakkan gedung jenis ini sangat sering terjadi. Seorang investor umumnya membangun karakter gedung ini untuk berbagai kebutuhan. Di antaranya  perkantoran yang difungsikan sebagai tempat kerja dan penyimpanan.

Selain itu, keberadaan sebuah bangunan pencakar langit juga kerap digunakan untuk kebutuhan lain. Salah satunya bisnis perhotelan, komersialisme dan lain sebagainya. 

Di Indonesia, kota dengan bangunan gedung pencakar langit terbanyak berada di Jakarta. Gedung pertama di kota ini dengan tinggi luar biasa adalah Aston Hotel Jakarta. Sayangnya tak banyak catatan menerangkan tahun pembuatan bangunan yang memiliki tinggi mencapai 151 meter atau 495 kaki ini.

Hal yang sama juga terjadi di Surabaya dan beberapa kota besar yang lain. Efisiensi penggunaan lahan terbatas, adalah alasan yang sering diambil dalam membangun sebuah bangundan dengan tinggi luar biasa.

 

Berapa Tinggi Ideal Sebuah Gedung Pencakar Langit ?

Sebuah gedung pencakar langit di kota Jeddah, Arab Saudi baru-baru ini mendapat gelar bangunan paling tinggi di dunia. Tinggi tempat bernama Jeddah Tower ini mencapai 1.000 meter atau 1 Km, dengan jumlah lantai 167.

Gelar ini baru saja di sematkan, setelah sebelumnya penobatan yang sama beberapa tahun belakangan disematkan pada Burj Khalifah yang ada di kota Dubai Uni Emirat Arab. Bangunan ini sebelumnya menjadi yang tertinggi diantara bangunan sejenis di dunia, yakni mencapai 823 meter.

Tinggi bangunan ini, jika dirata-rata memiliki dua kali lipat dari ketinggian gedung pencakar langit yang ada di Australia. Dan jika diatasnya, Anda bisa melihat pemandangan kota tertutup awan, persih seperti saat Anda berada di pesawat terbang. 

Lalu pertanyaanya, jika memungkinkan, berapa tinggi sebuah bangunan pencakar langit bisa dibuat ?

Dalam sebuah penelitian menyebut, keberadaan gedung dengan tinggi diatas rata-rata bisa dibangun mencapai 2 Km. Atau dua kali gedung tertinggi di dunia saat ini, kingdom Tower, yang selesai dibangun pada tahun 2020.

Meski demikian, prosedur pembangunan gedung dengan tinggi mencapai 2 Km harus dilakukan dengan persiapan yang matang, juga perhitungan yang tepat. Kesalahan dalam perhitungan, proses pembangunan gedung setinggi ini akan berdampak pada risiko kerusakan lingkungan sekitar.

Selain desain yang matang, serta perencanaan yang tepat, penggunaan material bahan baku juga berperan penting dalam membangun sebuah gedung dengan tinggi luar biasa. Bahan material bangunan yang kerap digunakan dalam kebutuhan ini adalah beton dan baja dalam jumlah banyak.

Selain dua bangunan dengan tinggi diatas rata-rata tersebut, ada juga beberapa bangunan yang memiliki tinggi luar biasa di beberapa negara di dunia. Termasuk salah satunya menara kembar Petronas di Malaysia.

Bangunan Pencakar Langit tersebut salah satu nya di China, dengan nama Wuhan Greenland Center. Bangunan ini memiliki ketinggian 2.087 kaki, atau jika dikonversi dalam Km, total tinggi bangunan ini mencapai 636.117 meter.

Ketiga posisi selanjutnya masing-masing berada di negara Amerika, antara lain One World Trade Center dengan tinggi 1.776 kaki atau setara 541.324 meter. Central Park Tower setinggi 1.550 kaki atau setara 427.44 meter dan 111 West 57th street dengan tinggi 1.428 kaki atau setara 435.254 meter.

Beberapa peneliti menyebut, keberadaan bangunan pencakar langit yang ideal adalah dengan tinggi tak lebih dari 300.000 meter. Ini dikarenakan, beban gedung dengan lantai terlalu banyak akan optimal ditopang pondasi, dan hal ini tidak berdampak signifikan pada kerusakan lingkungan sekitar.

 

Problematika Gedung dengan Tinggi Super

Bak sebuah pepatah yang mengatakan, semakin besar pohon semakin tinggi intensitas angin bertiup (Kencang). Rupanya hal tersebut juga berlaku untuk gedung pencakar langit dengan tinggi luar biasa. Semakin tinggi bangunan, makan potensi tertiup angin akan semakin besar.

Meski tak pernah terlihat secara nyata saat dilihat, proses terpaan angin pada gedung akan terasa pada saat Anda berada di lantai paling atas bangunan. Jika digambarkan, tiupan angin ke gedung membuat kita serasa mabuk laut saat menaiki kapal.

Mekanisme ini sudah wajar dan sering terjadi pada banyak gedung tinggi di seluruh dunia. Oleh karena itu, perlu disepakati beberapa cara yang bisa mengantisipasi hal buruk terjadi karena hal ini. Salah satunya menggunakan metode pendulum.

Mekanisme ini dilakukan dengan membangun sebuah bentuk bola dengan ukuran sangat besar di dalam gedung. Bola tersebut terikat dengan tali khusus yang terhubung langsung dengan gedung pencakar langit.

Mekanisme ini digunakan sebagai penyeimbang, saat gedung tertiup angin dan bergetar, fungsi bola raksasa ini adalah menjaga bangunan tetap pada tempatnya. Fleksibilitas ini membuat risiko kerusakan sebuah bangunan relatif sangat kecil.

Selain menggunakan sebuah pendulum bola raksasa, cara lain adalah dengan membangun akuarium dalam ukuran besar di dalam gedung. Bukan sebagai hiasan, atau fasilitas dalam gedung, cara ini juga mampu meredam dampak angin pada gedung tinggi.

Air dalam akuarium akan bekerja sebagai peredam. Sehingga proses terpaan angin yang terjadi secara terus menerus akan diredam dan diseimbangkan dengan sempurna melalui media air yang dibuat secara khusus ini.

Selain permasalahan angin, pembangunan gedung pencakar langit juga kerap bermasalah dalam hal mobilisasi. Tanpa fasilitas yang tepat, waktu bekerja Anda mungkin terkendala dengan banyaknya lantai sebuah gedung pencakar  langit.

Anda mungkin bisa bayangkan, dengan tinggi gedung mencapai 1 Km, orang akan banyak menghabiskan waktu bekerja mereka dari lantai paling bawah ke lantai paling atas sebuah bangunan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dibutuhkan sebuah media lift yang bekerja mengantar seseorang dari bawah ke atas, pun juga sebaliknya. Mekanisme pemasangan lift yang tepat dengan modifikasi kecepatan mencapai 70 km per jam akan membawa Anda pada tempat yang tepat di dalam gedung.

***

Selain dalam hal panjang optimal, dalam ketentuannya badan kontraktor di Amerika atau Eropa memiliki standar tinggi minimum dalam menyematkan kata “Gedung”. Yakni dengan tinggi 150 meter atau 500 kaki. 

Sementara perbedaan dengan gedung pencakar langit adalah tentu saja tinggi optimal sebuah bangunan. Dalam hal ini harus lebih dari 300 meter.

 


PT Anggaza Widya Ridhamulia merupakan perusahaan konstruksi swasta yang sudah menangani berbagai proyek skala nasional selama lebih dari 1 dekade. Apabila Anda membutuhkan layanan jasa konstruksi profesional, silahkan hubungi kami untuk informasi dan konsultasi lanjutan.