< kembali

Pemadatan Tanah Kunci Bangunan Awet Berdiri Jangka Panjang

AWRM - Pemadatan Tanah Kunci Bangunan Awet Berdiri Jangka Panjang

Sebelum membangun gedung atau atau rumah, proses pemadatan tanah sangat dibutuhkan dengan tujuan agar bangunan awet digunakan dalam jangka panjang. Proses ini dilakukan dalam beberapa tahap identifikasi, persiapan dan perbaikan kontur tanah sehingga menjadi lebih ideal.

Kontur tanah yang tepat akan menjadi peredam beban secara keseluruhan. Oleh karena itu, selain dipersiapkan, menggunakan tanah khusus akan membuat bangunan awet ditempati dalam jangka waktu lama.

Sebagai media yang menjadi bagian utama pondasi bangunan, persiapan kontur tanah yang tepat sangat dibutuhkan dalam setiap aktivitas konstruksi. Persiapan yang baik akan memberi landasan ideal dalam memberikan energi mekanik dinamis untuk bangunan.

Ada beberapa hal yang bisa di dapat dari proses pemadatan kontur tanah yang baik dan benar. Salah satunya untuk memastikan struktur bangunan berdiri tepat, tanpa bergeser. Karena kontur yang dapat berubah akan meningkatkan risiko kerusakan struktur bangunan, terutama bagian tembok.

Kontur tanah yang tidak bergeser dan kuat akan memberi gaya energi mekanik ideal yang dibutuhkan bangunan untuk berdiri. Kondisi yang sering dijumpai pada kontur tanah yang mudah bergeser, karena proses pemadatan yang tidak berjalan dengan sempurna.

Proses pemadatan pada kontur tanah juga dapat mengurangi risiko permeabilitas dan kompresibilitas. Kejadian ini berlangsung dari proses pergeseran kontur tanah karena kurang padat. Dampaknya tanah akan mudah ambles dan mengalami penurunan.

Pada konstruksi bangunan, proses ini juga kerap merusak secara minor atau menimbulkan kerusakkan dalam skala besar dalam jangka waktu tertentu. Oleh karena itu, persiapan pemadatan tanah yang tepat dalam hal ini sangat dibutuhkan.

Selain sifat alami tanah yang mudah bergerak oleh satu dan beberapa hal, kondisi perubahan medan pondasi bangunan juga kerap disebabkan oleh jenis tanah yang ada di lingkungan sekitar. Seperti tanah lempung yang memiliki sifat kembang susut dalam jangka waktu atau kondisi tertentu.

Mengenali jenis tanah dan mengantisipasi sifat alami yang bisa saja terjadi adalah cara ideal dalam mengurangi dampak negatif perubahan kontur tanah. Salah satunya dengan Teknik pemadatan tanah dengan cara tertentu.

 

Metode Pemadatan Tanah

Proses pemadatan tanah untuk mendirikan bangunan dipengaruhi oleh satu dan beberapa faktor penting. Karena proses yang tepat akan menghasilkan landasan bangunan dengan kualitas tanah padat ideal untuk bangunan agar berdiri dalam jangka waktu lama.

 

Oleh karena itu, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses persiapan mendirikan pondasi bangunan : 

Kandungan Air di Dalam Tanah : Dalam proses pemadatan, kandungan air di dalam komposisi tanah memegang peranan penting. Material fluida menjadi media perekat, sekaligus membuat jarak struktur tanah menjadi kian sedikit alias rapat.

Kerapatan molekul ini yang membuat proses pemadatan berjalan dengan baik dan sesuai harapan. Hanya saja, yang perlu diperhatikan adalah volume air yang digunakan, karena jika terlalu banyak, proses juga tidak akan berjalan dengan baik. Air yang terlalu banyak akan membuat tanah mudah bergeser, dan pada akhirnya menjadi kurang padat.

Begitu juga jika air terlalu sedikit, struktur material antar tanah akan tetap merenggang, dan proses pemadatan berjalan kurang baik. Untuk mengetahui kadar air yang cukup di dalam tanah, biasanya dilakukan sebuah metode tes standard proctor compaction dan modified compaction.

Proses awal dalam mendirikan bangunan ini memegang peranan sangat penting. Karena jika dilakukan kurang baik, struktur bangunan, khususnya tembok akan berdiri kurang sempurna (Karena masalah tanah bergerak dan sejenisnya), yang berdampak pada munculnya kerusakan minor, hingga berdampak besar.

 

Mengenali Jenis Tanah yang akan Digunakan : Dalam beberapa kondisi, jenis tanah yang akan digunakan untuk mendirikan bangunan biasanya memiliki karakter berbeda satu dengan yang lain. Ada tanah dengan kondisi air terlalu rendah, tinggi, atau dengan material berpasir.

Oleh karena itu, pentingnya mengenali jenis tanah yang akan digunakan akan berpengaruh pada tahapan proses selanjutnya. Dalam hal ini aktivitas pemadatan tanah yang tepat akan membuat bangunan berdiri dalam waktu lama, tanpa kerusakkan yang sangat berarti.

Di Indonesia, beberapa tanah dengan kandungan air sedang hingga tinggi sangat sering dijumpai. Jenis tanah ini biasanya memiliki struktur berlumpur atau tanah lempung. Sementara untuk Indonesia bagian timur, tanah berpasir sering dijumpai karena iklim tropis dengan suhu tinggi.

Metode pengenalan jenis tanah sejak awal akan sangat penting dalam proses pemadatan tanah. Karena dibutuhkan teknik tertentu pada jenis tanah khusus. Proses pemangkasan jarak struktur tanah akan membuat pondasi (bangunan) bekerja sesuai yang diharapkan.

 

Jumlah Lapisan Pada Tanah : Dalam beberapa kondisi, lapisan tanah pada suatu tempat biasanya berbeda satu dengan yang lain. Ada beberapa wilayah dengan jenis tanah homogen dengan didominasi satu jenis tanah dalam ukuran lapisan yang sangat tebal.

Sementara di daerah lain, ada juga beberapa kontur medan dengan jumlah lapisan lebih dari satu. Beberapa lapisan tanah ini yang perlu diperhatikan dan diantisipasi, agar medan yang dijadikan pijakan pondasi tidak bergerak dalam waktu cepat dan pada suatu saat nanti.

Umumnya, untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, penyeragaman jenis tanah, atau melakukan Teknik pembuatan jenis pondasi tertentu akan memberi keuntungan pada pembangunan struktur bangunan pada proses selanjutnya.

Idealnya, proses penyusunan tanah berbeda satu dengan yang lain. Misalnya pada jenis tanah lempung, atau dengan komposisi air sedikit banyak, dibutuhkan pemadatan kurang lebih 15 cm. Sementara untuk jenis tanah lempung, dibutuhkan proses pemadatan kurang lebih 40 cm.

 

Media Pemadatan Tanah dengan Alat Khusus : Setelah proses pengidentifikasian jenis, lapisan dan kadar air dalam tanah, proses selanjutnya adalah pemadatan tanah dengan media khusus. Biasanya dibutuhkan alat pemadatan yang berfungsi meratakan dan mempersempit struktur tanah.

Umumnya ada beberapa jenis alat berat yang bisa digunakan. Cara kerja alat tersebut diantaranya dengan cara mendorong, meremas dan bergetar untuk meratakan pasir atau batu kecil masuk dalam bagian tanah yang berongga.

Sementara itu, secara tradisional, cara lain juga dapat dilakukan dengan bantuan binatang dengan media penumbuk sederhana. Cara ini dilakukan dengan model prinsip yang sama, membuat bagian tanah lebih padat, sehingga aman ditempati bangunan atau jalan.


PT Anggaza Widya Ridhamulia merupakan perusahaan konstruksi swasta yang sudah menangani berbagai proyek skala nasional selama lebih dari 1 dekade. Apabila Anda membutuhkan layanan jasa konstruksi profesional, silahkan hubungi kami untuk informasi dan konsultasi lanjutan.