< kembali

Proyek Pembangunan Bandara Silampari, Karya Nyata AWRM di Bumi Andalas

pembangunan bandara silampari 2019

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pembangunan infrastruktur menjadi fokus pemerintahan bapak Joko Widodo sejak menjabat sebagai presiden Republik Indonesia pada tahun 2014 lalu. Berbagai infrastruktur yang tersebar dari Sabang hingga Merauke digencarkan pembangunannya, termasuk salah satu di antaranya adalah pembangunan bandara Silampari yang ada di kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Sebelumnya, bandara Silampari yang sudah beroperasi sejak Mei 1994 merupakan bandara perintis yang melayani penerbangan dengan rute Silampari-Palembang. Penerbangan yang dilakukan pun hanya menggunakan pesawat jenis Cassa yang berkapasitas 19 penumpang. Sempat berhenti beroperasi selama 2001-2004 karena keterbatasan dana operasional kemudian pada 2005 bandara kebanggaan masyarakat Lubuklinggau ini kembali dibuka dengan subsidi Pemerintah Kabupaten Musi Rawas.

Pembangunan pun dilakukan untuk pengembangan bandara ini. Tahun 2016, pembangunan terminal bandara Silampari tahap I dimulai. Setahun setelahnya, dilakukan pembangunan untuk fasilitas penunjang terminal, pembangunan tempat parkir, jalan akses menuju terminal tahap I (termasuk box culvert & drainase) hingga pemasangan CCTV di terminal baru.

Pada 2018, PT Anggaza Widya Ridhamulia (AWRM) terpilih sebagai kontraktor pelaksana pekerjaan lanjutan pembangunan bandara Silampari. Pada proyek ini, detail pekerjaan yang kami lakukan meliputi pembersihan lahan, pekerjaan struktur, arsitektur, instalasi MEP hingga pekerjaan jalan lingkungan. AWRM memulai pengerjaan proyek ini pada April 2018 dan berhasil menyelesaikannya pada bulan Desember tahun yang sama.

Pembangunan bandara Silampari akhirnya selesai dan diresmikan pada April 2019 yang lalu oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono serta Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru. Terminal baru bandara ini memiliki luas 5.400 meter persegi. Dibangun menjadi dua lantai dengan fasilitas yang tergolong lengkap. Mulai dari ruang tunggu penumpang di lantai I dan II, kids playground, eskalator hingga mushala untuk menunjang kegiatan ibadah calon penumpang yang beragama Islam.

interior design bandara silampari

Salah satu yang menarik dari terminal baru bandara ini terletak pada desain interiornya. Desain interior bandara Silampari yang juga merupakan karya nyata PT Anggaza Widya Ridhamulia terlihat megah dan modern namun tetap mempertahankan budaya lokal dengan mengaplikasikan motif batik durian pada beberapa elemen gedung. ⁣Motif batik durian menjadi motif yang mendominasi interior terminal baru bandara ini. Bukan tanpa alasan, mengingat Lubuklinggau sendiri memiliki kekhasan salah satunya adalah motif batik durian ini.

Bandara ini diproyeksikan dapat menampung hingga 300.000 penumpang setiap tahunnya. Diharapkan dengan beroperasinya bandara baru ini, semakin membuat masyarakat Lubuklinggau nyaman menggunakan moda transportasi udara sekaligus menjadi harapan untuk meningkatkan perekonomian daerah di Lubuklinggau dan sekitarnya.⁣

 


PT Anggaza Widya Ridhamulia (AWRM) siap menjadi partner untuk mewujudkan impian Anda. Kami memiliki tim yang solid dan profesional, serta selalu mengedepankan integritas dalam bekerja. Lihat Proyek kami lainnya untuk daftar portfolio AWRM dan Hubungi Kami bila Anda tertarik untuk bekerja sama.